Menu
Media Informasi Keuangan

Yuk, Ketahui Pskbi Biar Klaim Asuransi Anda Tak Ditolak

- Tak Berkategori
  • Bagikan

Sebagai pemegang polis asuransi, kita wajib mengetahui segala hal yang tercantum dalam perjanjian perjanjian antara kita dan pihak asuransi. Sebab, pengertian kita turut menyeleksi apakah klaim asuransi kita akan ditolak atau diterima di kemudian hari. Misalnya, jikalau mengeluarkan duit premi asuransi kendaraan bermotor, kita mesti mengetahui Polis Standar Kendaraan Bermotor Indonesia (PSKBI).

 

Kasus kecelakaan Afriyani Susanti yang membuat 9 nyawa terbang pada 2012 sanggup menjadi contoh. Afriyani terbukti mengemudi dalam pengaruh alkohol dikala menabrak sejumlah pengguna jalan waktu itu. Dia pun tak memiliki STNK dan SIM.

 

Jika Afriyani merupakan pemegang polis asuransi kendaraan bermotor, telah niscaya klaimnya akan ditolak. Sebab, PSKBI terperinci mengendalikan bahwa pengemudi yang berada di bawah pengaruh zat terlarang tidak sanggup mengajukan klaim asuransi jikalau mengalami kecelakaan. Apalagi, Afriyani juga tak memegang SIM.

 

Apa Itu PSKBI

PSKBI merupakan perjanjian dasar antara pembeli premi asuransi kendaraan bermotor dan pihak asuransi wacana risiko dan jaminan. Perjanjian ini menerangkan risiko-risiko yang ditanggung dan tak ditanggung oleh asuransi. Juga prosedur proteksi ganti rugi oleh asuransi.

 

Dewan Asuransi Indonesia (DAI) mengeluarkan hukum wacana PSKBI lewat Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) untuk menstandarisasi polis asuransi kendaraan bermotor bagi seluruh perusahaan asuransi anggota DAI mudah-mudahan terjadi kesamaan persepsi tentang polis tersebut. Setiap perusahaan asuransi mesti mengumumkan PSKBI bagi konsumennya.

 

Umumnya, penduduk enggan membaca dengan teliti polis asuransinya. Ujung-ujungnya, mereka kelimpungan di saat mendapati fakta bahwa klaim asuransinya ditolak lantaran tak sesuai dengan polis. Padahal polis sangatlah penting untuk dipahami.

 

Malas baca, yang rugi Anda sendiri. Toh juga bukan kayak baca beribu tumpukan buku, kan?
Malas baca, yang rugi Anda sendiri. Toh juga bukan kayak baca beribu tumpukan buku, kan?

 

Risiko yang dijamin oleh asuransi sesuai dengan PSKBI antara lain kerugian yang disebabkan oleh:

 

– Tabrakan
– Benturan
– Terbalik
– Tergelincir
– Perbuatan jahat orang lain
– Pencurian
– Kebakaran, dan
– Sambaran petir.

 

Namun, dalam perkembangannya, perusahaan asuransi  menawarkan nilai tambah berupa perluasan jaminan. Jadi, tak cuma risiko yang ditetapkan dalam PSKBI yang ditanggung oleh asuransi. Risiko tersebut di antaranya kerusuhan atau huru-hara dan terorisme.

 

Dengan adanya tawaran ekspansi jaminan tersebut, kita selaku pelanggan diuntungkan. Namun kita mesti pandai-pandai mencerna apa yang dimaksud ekspansi jaminan itu mudah-mudahan tidak keliru mengartikan.

 

Tujuan Pembuatan PSKBI

PSKBI dibentuk demi kelangsungan kolaborasi antara pelanggan dan perusahaan asuransi. PSKBI menjembatani kedua pihak yang berkepentingan dalam bisnis asuransi ini mudah-mudahan proses pengajuan/penolakan klaim tidak menabrak aturan.

 

Sah ya? (Padahal engga ngerti perjanjiannya, lantaran malas baca, yang penting saaahhh..)
Sah ya? (Padahal engga ngerti perjanjiannya, lantaran malas baca, yang penting saaahhh..)

 

Bagi pembeli premi, PSKBI menjadi anutan dikala hendak mengajukan klaim. Dengan mengetahui hukum tersebut, dibutuhkan pembeli premi sanggup mengajukan klaim sesuai dengan ketentuan. Sehingga, tidak ada pertentangan yang timbul dalam proses pengajuan klaim.

 

Sementara itu, bagi perusahaan asuransi, PSKBI juga menjadi pedoman. Pihak asuransi menggunakan pasal-pasal dalam PSKBI untuk menerima atau menolak klaim. Artinya, proses klaim asuransi di Indonesia dibentuk transparan lewat pengerjaan PSKBI ini.

 

 

Selain masalah Afriyani, kita sanggup memetik pengalaman dari peristiwa serupa yang menimpa anak musikus tenar Indonesia pada 2013. Sang anak yang masih di bawah usia 17 tahun dikala mengalami kecelakaan terdaftar selaku pemegang polis, tetapi pengajuan klaim ditolak. Meski ayahnya menggugat perusahaan asuransi ke pengadilan, klaim tetap ditolak.

 

Nah, selaku konsumen, kita wajib mengenali dengan niscaya soal apa yang kita konsumsi. Sementara di swalayan kita wajib menganalisa tanggal basi dan bahan-bahan pengerjaan sebuah produk, di kantor asuransi kita mesti menyaksikan dan mengetahui PSKBI.

 

 

Image credit:

  • http://static.guim.co.uk/sys-images/Guardian/Pix/pictures/2013/4/17/1366198417102/Student-Falling-Asleep-Wh-008.jpg
  • https://www.stone-hedgefinancialgroup.ca/media/content/Life-Insurance-Buy-Sell-Agreement.jpg

  • Bagikan