Menu
Media Informasi Keuangan

Terkait Fatwa Vape Haram, Ini Tanggapan MUI

  • Bagikan

Kabarin.co.id, Jakarta – Zainut Tauhid selaku Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), menyatakan bahwa pihaknya sangat menghormati sikap Muhammadiyah yang sudah mengeluarkan fatwa haram untuk rokok elektrik (vape).

“Atas nama MUI, kami hormati fatwa Muhammadiyah soal vape tersebut,” papar Zainut di Yogyakarta, Sabtu (25/1/2020).

Lebih lanjut, Zainut juga menuturkan bahwa penetapan fatwa tersebut merupakan otoritas Muhammadiyah.

Zainut pun yakin jika Muhammadiyah sudah melakukan kajian, dan juga mempunyai landasan yang kuat sehingga menilai perlunya mengeluarkan fatwa haram untuk rokok elektrik tersebut.

Terkait dengan fatwa itu, Zainut mempersilahkan masyarakat yang meyakininya serta menilai fatwa tersebut sebagai hal yang baik untuk diikuti.

Ya silahkan, masyarakat yang meyakini itu sebagai hal yang baik silahkan diikuti,” ungkapnya.

Pihak MUI sendiri, lanjut Zainut, belum mengambil langkah seperti halnya menetapkan fatwa untuk rokok elektrik tersebut. Sebagai alasannya, lantaran belum ada permintaan dari masyarakat.

Sebelumnya, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan fatwa yang tertuang pada surat keputusan Nomor 01/PER/I.1/E/2020 tentang hukum dari e-cigarette (rokok elektrik) pada 14 januari 2020 dan diumumkan pada Jumat (24/1/2020) di Yogyakarta.

Pada surat tersebut, dinyatakan bahwa rokok elektrik hukumnya adalah haram sebagaimana rokok konvensional, lantaran berkategori perbuatan mengkonsumsi perbuatan merusak atau membahayakan.

Muhammadiyah menilai jika rokok elektrik mempunyai bahaya untuk diri sendiri dan orang lain yang terkena paparan uap, sebagaimana yang sudah disepakati oleh para ahli medis dan para ahli akademisi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *