Menu
Media Informasi Keuangan

Terjadi Serangan Rudal dan Drone Yang Menewaskan 80 Tentara Yaman Saat Salat di Masjid

  • Bagikan

Kabarin.co.id, Utusan dari PBB untuk Yaman Martin Griffith kemarin mengatakan ada sedikitnya 80 tentara Yaman yang telah tewas dan 130 lainnya luka akibat dari serangan rudal balistik dan drone.

Griffith menuding serangan ini dilakukan oleh pemberontak Huthi yang didukung Iran.

“Saya sudah katakan sebelumnya, kemajuan yang sudah dicapai dalam penurunan ketegangan di Yaman ini sangat rawan. Serangan semacam itu bisa membuyarkan kemajuan selama ini,” kata dia seraya menyerukan semua pihak yang berkonflik untuk menghentikan segala bentuk serangan dan fokus kepada kebijakan, seperti dilansir laman CNN, Minggu (19/1).

Serangan rudal dan drone tersebut terjadi Provinsi Marib Sabtu lalu pada sebuah masjid di kamp militer.

Presiden Yaman Abdur Rabu Mansur Hadi mengutuk serangan keji itu dan menyebut “teroris pengecut Huthi” sebagai pelakunya.

Kementerian Pertahanan Yaman pun mengatakan serangan tersebut adalah “balasan atas kematian teroris Iran Qassim Sulaimani” yang telah tewas akibat serangan drone AS di Rak pada 3 Januari lalu.

Namun pihak kementerian tidak menunjukkan bukti bagaimana mereka tahu serangan itu adalah balasan pemberontak Huthi atas kematian Sulaimani.

Stasiun televisi milik pemerintah Saudi Al Hadath menyiarkan sebuah video memperlihatkan kejadian setelah terjadinya serangan rudal di masjid tersebut.

Serangan ini “menegaskan tanpa keraguan lagi Huthi tidak berminat pada perdamaian,” kata Presiden Abdur Rabu Mansur Hadi dalam pernyataannya kepada kantor berita Yaman, Saba.

Sejauh ini Huthi tidak banyak berkomentar atau mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Mereka juga membantah menjadi boneka Iran dan menyebut mereka sedang memerangi sistem yang korup.

Sejak 2015 konflik si Yaman meletus antara pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dengan kelompok pemberontak Huthi yang didukung Iran.

Provinsi Marib yang kaya dengan minyak terletak sekitar 115 kilometer di sebelah timur Ibu Kota Sanaa yang telah dikuasai Huthi.

Jurnalis Aljazeera Muhammad Alattab melaporkan, serangan tersebut melibatkan tiga rudal. Stasiun televisi Al Ekhbariya mengutip sumber mengatakan serangan itu dilancarkan dengan rudal balistik dan drone.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *