Suci Zidni Seorang Guru di salah satu Sekolah Menengah Atas di Surabaya, berfokus pada bidang fisika dan matematika. Semoga Jevtonline dapat membantu seluruh siswa di Indonesia.

Perilaku Konsumen

4 min read

Perilaku Konsumen

Kali ini bangunin media akan membahas materi lanjutan dari sistem ekonomi yaitu perilaku konsumen. Terdapat banyak jurnal yang telah membahas materi ini namun masih belum spesifik karena kebanyakan membahas tentang praktik dan analisa. Nah, materi berikut ini akan membahas tentang pengertian, teori, hingga faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen lengkap dengan contoh.

Perilaku Konsumen

Pengertian Perilaku Konsumen

Pengertian perilaku konsumen didalam ilmu ekonomi adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh pembeli (konsumen) kepada produk yang dihasilkan oleh perusahaan (produser).

Teori Perilaku Konsumen

Teori Perilaku Konsumen

Dalam teori konsumen bisa dibagi menjadi 2 macam pendekatan, antara lain pendekatan nilai guna kardinal dan nilai guna ordinal. Jika kita membahas tentang teori perilaku konsumen terdapat 3 langkah penting yang perlu kita ketahui antara lain preferensi konsumen, kendala anggaran dan pilihan konsumen.

Preferensi Konsumen

Ana pernah merasakan dimana Anda lebih memilih baju 3 Second dari pada baju dipasar? Mengapa Anda lebih suka makan pecel dari pada nasi goreng? atau Anda lebih suka minum kopi dari pada jus buah?

Nah, untuk menjawab pernyataan tersebut Anda harus mengetahui pengertian dari preferensi konsumen. Karena preferensi konsumen dapat menjawab alasan kenapa seseorang lebih menyukai suatu produk dari pada lainnya.

Di dalam preferensi konsumen terdapat 3 asumsi, yaitu kelengkapan, transitivitas, dan lebih banyak lebih baik. Nah berikut ini penjelasan dari masing-masing asumsi preferensi konsumen tersebut.

  1. Kelengkapan

Pengertian kelengkapan disini yaitu konsumen dapat membandingkan dan menilai dari semua pilihan yang ada.

  1. transitivitas

Pengertian transitivitas disini yaitu konsumen yang memiliki rasional, contohnya seseorang yang lebih suka A daripada B, dan lebih suka B daripada C, sehingga orang tersebut lebih suka A daripada C.

  1. Lebih Banyak Lebih Baik

Arti dari asumsi ketiga ini yaitu konsumen yang tidak pernah puas atau kenyang yang selalu menginginkan jumlah yang lebih banyak.

Garis Anggaran/Kendala Anggaran

Pengertian dari garis anggaran yaitu garis yang dapat memberikan batas seorang konsumen untuk mendapatkan lebih banyak kepuasan. Selain itu juga garis anggaran dapat menunjukkan berbagai macam barang yang dapat dibeli oleh seorang konsumen.

Contoh kendala atau garis anggaran seperti seseorang yang memiliki budget Rp 400.000,00 untuk membeli makanan dan pakaian. 300 ribu digunakannya untuk membeli pakaian yang bermerk dan sisanya dibelikan makanan dan minumnya yang seharga 100 ribu.

Pilihan Konsumen

Setelah Anda mengetahui preferensi konsumen dan garis anggaran saatnya Anda untuk menentukan pilihan barang yang mana akan dipilih. Terdapat banyak cara agar konsumen bisa memilih alternatif terbaik untuk memaksimalkan kepuasannya. Alternatif tersebut setidaknya sudah memenuhi kedua syarat berikut ini:

  1. Barang atau jasa yang dipilih harus berada pada garis anggaran
  2. Pilihan barang atau jasa yang dipilih merupakan alternatif yang paling disukai

Setidaknya kedua syarat tersebut sangat Anda pertimbangan untuk menentukan barang atau jasa yang akan dipilih.

Dari teori perilaku konsumen dapat kita simpulkan menjadi beberapa poin berikut ini:

  1. Agar tingkat kepuasan konsumen tercapai, dia selalu menginginkan lebih banyak barang
  2. Masalah yang dihadapai konsumen untuk mendapatkan barang atau jasa dihadapkan dengan pendapatan yang terbatas
  3. Konsumen harusnya rasional dalam belanja artinya dia benar-benar membelanjakan pendapatannya untuk barang yang dibutuhkan

Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen

Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen banyak faktor yang mempengaruhi, kami bagi menjadi 4 faktor yaitu, sosial, personal, psikologi dan lainnya. Nah berikut ini penjelasan dan contoh lengkap dari keempat faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen tersebut.

Faktor Sosial

Yang pertama yaitu faktor sosial dimana lingkup sosialnya yang mempengaruhi perilaku konsumtifnya. Contoh faktor sosial dalam mempengaruhi perilaku konsumtif seperti kelompok, keluarga, peran dan status.

Faktor kelompok ini sangat mempengaruhi perilaku seseorang contoh kecilnya yaitu kita mengikuti sebuah komunitas dan akhirnya kita terpengaruh dengan anggota lainnya. Contoh lainnya seperti kita ikut serta dalam membership suatu instansi terkadang kita diwajibkan untuk membeli sesuatu sebagai persyaratan untuk bergabung dengan kelompok tersebut.

Faktor keluarga juga sangat mempengaruhi seseorang dalam perilaku mengkonsumsi suatu barang atau jasa. Contoh yang sering kita lihat dilingkungan keluarga kita, seorang ayah membeli suatu produk, tanpa disadari seorang anak akan meniru perilaku sang ayah.

Sedangkan faktor peran dan status ini maksudnya seseorang akan berprilaku konsumtif sesuai dengan peran dan statusnya. Contoh kecil seseorang yang menjabat sebagai direktur biasanya dia akan membawa mobil mewah sebagai tanda jika dia adalah direktur dan beda halnya dengan staff biasa.

Faktor Personal

Penjelasan faktor personal dalam mempengaruhi perilaku konsumtif seseorang ini lebih ke personaliti masing-masing individu. Contoh faktor personal yang dapat mempengaruhi perilaku konsumtif seseorang seperti situasi ekonomi, gaya hidup, usia dan pekerjaan.

Biasanya seseorang yang sedang dalam top karirnya dia tidak akan berfikir banyak dalam membelanjakan pendapatannya, namun beda dengan orang yang sedang dibawah. Orang yang ekonominya dibawah biasanya lebih berfikir berulang kali jika ingin membelanjakan sesuatu.

Faktor gaya hidup ini memang sangat berpengaruh dengan barang atau jasa yang dibelinya atau dikonsumsinya. Setiap orang memiliki gaya hidup yang berbeda-beda nah itu yang mempengaruhi tingkat konsumtif seseorang.

Faktor usia juga tidak bisa dipungkiri akan mempengaruhi tingkat konsumsi seseorang. Contoh kecilnya seperti anak yang berusia balita dia akan membutuhkan susu bayi, beda halnya dengan orang dewasa. Begitu sebaliknya orang dewasa biasanya membutuhkan bensin sebagai bahan bakar kendaraannya, seorang balita tidak membutuhkan itu.

Faktor pekerjaan juga sangat berpengaruh dengan tingkat konsumtifnya seseorang, contoh kecil orang yang bekerja sebagai kuli tidak membutuhkan laptop. Beda halnya dengan orang yang bekerja sebagai programmer atau desainer yang membutuhkan laptop untuk memproduksi atau bekerja.

Faktor Psikologi

Psikologi seseorang sangat berpengaruh dengan tingkat konsumtif seseorang tersebut. Contoh faktor psikologi yang dapat mempengaruhi konsumtif seseorang seperti motivasi, persepsi, dan pembelajaran.

Faktor motivasi ini menjadi suatu alasan seseorang untuk mengkonsumsi atau menikmati suatu produk atau jasa. Biasanya seseorang akan segera mengkonsumsinya ketika dia dalam kondisi yang benar-benar mendesak.

Persepsi juga menjadi faktor yang tidak terlepaskan seseorang untuk mengkonsumsi suatu barang atau jasa. Contoh kecil jika Anda didalam suatu kelompok untuk menunjukan keunikan, Anda akan membeli sesuatu agar terlihat menonjol atau unggul didalam perkumpulan Anda.

Pembelajaran juga sangat mempengaruhi faktor perilaku konsumtif seseorang dan mungkin Anda juga sudah pernah merasakan. Banyak hal yang bisa didapatkan dari pembelajaran seperti dari kehidupan, pendidikan formal/non-formal, pekerjaan dll. Sehingga dengan bertambahkanya pembelajaran Anda tentunya akan berpengaruh dengan persepsi Anda dalam memikirkan suatu produk.

Faktor Lainnya

Selain ketiga faktor diatas juga terdapat faktor lain diluar kontrol kita namun faktor dari pemilik produk. Contoh faktor lainnya yang dapat mempengaruhi perilaku konsumsi itu bisa kita lihat dari produk, harga, promosi dan cara pendistribusian.

Produk menjadi faktor utama karena yang menjadi objek seseorang untuk dikonsumsi. Dengan produk yang bagus dan bermanfaat maka akan berdampak banyak dikonsumsi oleh seseorang.

Faktor harga juga sangat berpengaruh dengan tingkat konsumsi seseorang, biasanya seorang konsumen sebelum membeli produk akan melihat harganya terlebih dahulu. Tidak jarang juga seseorang jika mau membeli produk di marketplace atau toko akan membandingkan harganya dengan produk yang sama.

Promosi ini menjadi faktor penentu juga perilaku konsimtif seseorang, nah banyak juga cara promosi yang bisa dilakukan sekarang. Dengan promosi yang gencar baik lewat offline maupun online akan mempengaruhi tingkat konsumsi seseorang.

Selain itu juga pendistribusian menjadi faktor yang tidak kalah penting dalam mempengaruhi tingkat konsumtif seseorang. Dengan pendistribusian yang baik akan berpengaruh dengan banyak stok yang ada di toko selain itu juga dengan pendistribusian yang baik akan membuat orang sangat suka.

Penutup

Itulah tadi materi lengkap mengenai perilaku konsumen lengkap dengan penjelasan dan contohnya. Tidak kalah pentingnya juga Anda harus memahami teori perilaku konsumen diatas yang sudah kami jelaskan. Selain itu juga terdapat banyak faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dan sudah kami jelaskan diatas lengkap. Agar Anda semakin memahami materi ini kami sarankan untuk banyak latihan contoh soal ekonomi mengenai bab ini.

Suci Zidni
Suci Zidni Seorang Guru di salah satu Sekolah Menengah Atas di Surabaya, berfokus pada bidang fisika dan matematika. Semoga Jevtonline dapat membantu seluruh siswa di Indonesia.

Kebutuhan Manusia

Suci Zidni Suci Zidni
3 min read