Menu
Media Informasi Keuangan

Pengertian Warisan, Pembagian Dan Simulasi Perhitungannya

Hasan Purnomo - Tak Berkategori
  • Bagikan

tempatpinjamuang-Harta peninggalan yang diberikan terhadap luar biasa waris atau keluarga di saat seseorang meninggal dunia disebut warisan. Hubungan luar biasa waris didasarkan pada hubungan darah, hubungan pernikahan, hubungan persaudaraan dan hubungan kerabat.

tempatpinjamuangWarisan yang ditinggalkan bisa berupa harta bergerak dan harta tidak bergerak. Harta bergerak menyerupai perhiasan, kendaraan, tabungan, surat berharga, dan lain sebagainya. Sedangkan bentuk harta tidak bergerak yakni tanah dan bangunan.

tempatpinjamuang-Namun, warisan tidak sebatas pada harta peninggalan semata lantaran bisa saja seseorang meninggal dunia dengan meninggalkan utang yang belum sempat dibayarkan. Dalam hal ini, luar biasa waris turut bertanggung jawab menyelesaikan utang milik mendiang.

tempatpinjamuang-Tidak ada ukuran niscaya yang menegaskan kapan mesti dibagikan, tetapi seharusnya secepatnya dibagikan dan dilarang ditunda-tunda demi kemaslahatan bersama. Meski begitu, keluarga bisa bermusyawarah untuk menentukan hari pembagiannya. Umumnya waktu pembagian harta peninggalan bisa dijalankan 7 hari, 40 hari, atau bahkan 100 hari sehabis hari simpulan hidup mendiang.

tempatpinjamuang-Pada intinya, pembagian warisan atau heritage dilarang ditangguhkan dan mesti secepatnya dilaksanakan biar tidak terjadi perkelahian di kemudian hari. Apalagi, bila harta warisan jatuh terhadap pihak yang tidak berhak sehingga berisiko membuat pertentangan keluarga yang berkepanjangan.

Bacaan

Aturan aturan warisan di Indonesia

tempatpinjamuangPembagian warisan bisa berlandaskan terhadap beberapa aturan aturan waris yang berlaku secara sah di Indonesia, yaitu;

  • Hukum Waris Adat
  • Hukum Waris Perdata, dan
  • Hukum Waris Islam

1. Hukum waris adat

tempatpinjamuang-Hukum waris susila yakni aturan pembagian peninggalan menurut aturan susila suku tertentu di Indonesia. Norma-norma aturan susila memang tidak secara terperinci tertulis tetapi aturan susila ini masih besar lengan berkuasa dijalankan di beberapa suku tertentu di Indonesia.

tempatpinjamuang-Hukum waris Adat menampilkan pembagian warisan berdasarkan gender:

  • Sistem patrilineal, mengambil garis keturunan dari laki laki.
  • Sistem matrilineal, mengambil garis keturunan dari perempuan.
  • Sistem bilateral, mengambil garis keturunan dari kedua belah pihak yakni pria dan perempuan.

tempatpinjamuang-Selain menurut gender, aturan waris susila pun ada yang membagi warisan menurut penetapan luar biasa waris dan barang peninggalan, yaitu;

  • Sistem waris individual dengan menentukan luar biasa waris secara perorangan.
  • Sistem waris kolektif dengan menentukan luar biasa waris dibagikan secara kolektif atau dibagi-bagi secara rata.
  • Sistem waris mayorat dengan menentukan luar biasa waris cuma terhadap anak tertentu saja. Contohnya anak tertua atau anak yang mengambil alih posisi kedudukan orang renta yang meninggal dunia.

2. Hukum waris perdata

tempatpinjamuang-Hukum waris perdata yakni aturan pembagian harta peninggalan yang berlandaskan kitab undang-undang aturan perdata (KUHP) yang digunakan oleh penduduk nonmuslim di Indonesia.

tempatpinjamuang-Dalam aturan waris perdata, ada dua metode yang digunakan untuk menentukan luar biasa waris.

  • Sistem waris absentantio diputuskan menurut keturunan dan kerabat terdekat.
  • Sistem waris testamentair diputuskan menurut isi surat wasiat.

tempatpinjamuang-Dalam aturan waris perdata berikut ini yakni luar biasa waris yang tidak berhak menerima warisan dikarenakan aneka macam alasannya yakni tertentu.

  • Orang yang sengaja membunuh atau menjajal membunuh pewaris yang ditetapkan oleh hakim di pengadilan.
  • Orang yang memakai kekerasan untuk menekan pewaris menghasilkan surat wasiat yang menguntungkan pihak tertentu saja.
  • Orang yang terbukti memfitnah pewaris dan sudah dijatuhi vonis atas perbuatan kriminal dengan eksekusi lima tahun atau lebih menurut putusan pengadilan.
  • Orang yang menggelapkan, merusak, dan menggandakan surat wasiat dari pewaris.

tempatpinjamuang-Dalam aturan waris perdata, berikut ini yakni golongan yang berhak menerima warisan:

  • Golongan pewaris menurut hubungan ijab kabul dan keturunan atau hubungan darah. Ahli warisnya yakni suami atau istri dan anak-anaknya. Masing-masing berhak menerima seperempat bab dari harta warisan.
  • Golongan pewaris yang belum menikah atau memiliki anak. Pada kondisi ini, luar biasa waris yakni kedua orang tua, kerabat kandung, dan atau keturunan dari kerabat pewaris menyerupai keponakan. Masing-masing berhak menerima seperempat bab dari harta. Bagian orang renta dilarang kurang dari seperempat bagian.
  • Golongan pewaris yang tak punya kerabat kandung. Ahli warisnya yakni kedua orang tua, kakek dan nenek dari kedua orang tua. Pembagian harta warisan dibagi 50:50 untuk pihak dari garis ayah dan garis ibu.
  • Golongan pewaris keluarga sedarah yang masih hidup dari silsilah orang renta dan dari garis lain yang derajatnya paling dekat. Ahli warisnya yakni orang renta dan kakek nenek menerima bab setengah dari harta bersangkutan, sisanya dibagikan terhadap luar biasa waris garis lain yang derajatnya paling dekat.

tempatpinjamuang-Dalam aturan waris perdata sudah ditekankan juga bahwa luar biasa waris gres bisa menerima harta warisan sehabis urusan utang-piutang pewaris teratasi apalagi dahulu.

3. Hukum waris Islam

tempatpinjamuang-Hukum waris Islam yakni aturan pembagian harta peninggalan berlandaskan kitab suci Quran yang dijalankan oleh para pemeluk agama Islam.

tempatpinjamuang-Dalam aturan waris Islam, ada kelompok anggota keluarga yang berhak atas harta warisan di saat pewaris meninggal dunia. Kelompok tersebut dibagi ke dalam dua kelompok, yakni kelompok garis keturunan pria dan keturunan perempuan.

Garis keturunan laki-laki:

  • Kakek
  • Ayah
  • Anak laki-laki
  • Cucu pria dari anak laki-laki
  • Saudara kandung laki-laki
  • Anak pria dari kerabat laki-laki
  • Suami
  • Paman
  • Anak dari paman
  • Laki-laki yang memerdekakan budak.

Garis keturunan perempuan:

  • Nenek
  • Ibu
  • Anak perempuan
  • Cucu wanita dari anak laki-laki
  • Saudara kandung perempuan
  • Istri
  • Wanita yang memerdekakan budak.

Syarat pembagian warisan

tempatpinjamuang-Setidaknya ada empat syarat untuk pembagian warisan dalam Islam, yaitu: 

  1. Matinya pewaris mesti dibuktikan dengan baik dan ada saksi. Hingga kemudian diberitakan sudah meninggal dari pihak yang sanggup dipercaya. Misalnya, bila meninggal di rumah sakit maka isu simpulan hidup disampaikan oleh dokter atau tenaga medis. 
  2. Ahli waris mesti dalam kondisi hidup atau walaupun dalam kondisi sekarat 
  3. Harus ada hubungan antara luar biasa waris dengan pewaris. Baik lewat nasab, hubungan ijab kabul maupun pemerdekaan budak.
  4. Adanya argumentasi rinci yang menegaskan luar biasa waris tersebut berhak menerima warisan.

Pembagian warisan dalam Hukum Islam

tempatpinjamuang-Pembagian harta peninggalan dalam aturan Islam sudah dibagi ke dalam takaran masing-masing dan golongan-golongan yang berhak, yaitu:

Setengah harta warisan

  • Anak perempuan
  • Cucu wanita dari anak laki-laki
  • Saudara kandung dari orang renta yang sama
  • Saudara kandung dari ayah
  • Suami tanpa anak.

Seperempat harta warisan

  • Suami dengan anak atau cucu
  • Istri tanpa anak atau cucu dari anak laki-laki.

Seperdelapan harta warisan

  • Istri dengan anak atau cucu dari anak laki-laki.

Sepertiga harta warisan

  • Ibu tanpa anak
  • Saudara wanita satu ibu, dua orang atau lebih.

Duapertiga harta warisan

  • Anak perempuan
  • Cucu wanita dari anak laki-laki
  • Saudara kandung wanita dari orang renta yang sama
  • Saudara kandung wanita dari ayah yang sama.

Seperenam harta warisan

  • Ibu dengan anak atau cucu dari anak laki-laki
  • Nenek
  • Saudara kandung wanita satu ayah
  • Saudara kandung wanita dari orangtua yang sama
  • Ayah bareng anak atau cucu dari anak laki-laki
  • Kakek.

tempatpinjamuang-Pembagian warisan dalam Islam memiliki bidang ilmu tersendiri, yakni ilmu Faraidh. Ilmu Faraidh yakni ilmu tentang pembagian harta warisan. Melalui kajian ilmu inilah pembagian warisan di dalam agama Islam dijalankan secara berhati-hati, cermat, dan dibagi seadil-adilnya menurut isyarat dari kitab suci Alquran.

tempatpinjamuang-Seperti dicontohkan dalam situs nu.co.id, berikut ini yakni teladan pembagian waris menurut aturan Islam.

tempatpinjamuang-Sebuah keluarga memiliki ayah, ibu, nenek dan seorang anak laki-laki. Kemudian sang ayah meninggal dunia. Bagaimana perkiraan warisannya?

Ahli Waris Bagian 24
Istri 1/8 3
Ibu 1/6 4
Anak Laki-Laki Sisa 17
Angka Penyebut 24

tempatpinjamuang-Harta yang ditinggalkan selaku teladan berupa duit senilai Rp120.000.000. Kemudian dibagi 24 menjadi masing-masing senilai Rp5.000.000.

tempatpinjamuang-Jadi, simulasi pembagiannya yakni selaku berikut ini:

  • Istri menerima 3 x Rp5.000.000 =  Rp15.000.000
  • Ibu menerima 4 x Rp5.000.000 = Rp20.000.000
  • Anak pria menerima 17 x Rp5.000.000 = Rp85.000.000.

tempatpinjamuang-Total harta yang dibagikan sebesar Rp120.000.000 (Habis terbagi).

tempatpinjamuang-Dalam aturan waris adat, orang yang diandalkan membagikan warisan lazimnya seorang ketua atau sosok yang dituakan di dalam suku tersebut.

tempatpinjamuang-Dalam aturan waris perdata, pembagian warisan disaksikan oleh notaris. Apalagi terkait dengan surat wasiat yang sudah memiliki ketetapan hukum.

tempatpinjamuang-Sedangkan dalam aturan waris Islam, sosok yang diandalkan untuk membagi warisan lazimnya berasal dari kelompok yang mengerti ilmu faraidh atau ilmu perkiraan pembagian warisan menurut aturan Islam. Akan tetapi, perkiraan waris dalam Islam juga bisa meminta pinjaman terhadap tokoh agama yang mengerti pembagian warisan dan menerima keyakinan dari seluruh luar biasa waris.

tempatpinjamuang-Itulah makna, pembagian, dan bentuk warisan atau heritage. Pada momen-momen pembagian, lazimnya turut memanggil pihak ketiga biar penghitungan warisan dapat menjadi lebih netral. Harapannya biar tidak ada perkelahian di kemudian hari dikarenakan pembagian warisan dijalankan oleh seseorang yang tak punya kepentingan atas harta warisan.

Pentingnya merencanakan warisan

tempatpinjamuang-Beberapa waktu ini marak diberitakan media massa mengenai sengketa harta warisan konglomerat Indonesia. Kasus sengketa harta waris bisa dikatakan tidak mengecewakan tinggi terjadi di Indonesia. Bahkan, sebanyak 20% permasalahan aturan perdata agama di Indonesia berhubungan dengan aturan waris. 

tempatpinjamuang-Hal ini dikuatkan dengan data dari Mahkamah Agung yang menempatkan sengketa harta waris menjadi permasalahan tertinggi kedua sehabis sengketa perkawinan dalam permasalahan perdata biasa di Indonesia. 

tempatpinjamuang-Melihat kondisi tersebut, jadi sungguh penting untuk merencanakan atau merencanakan warisan. Ada beberapa argumentasi yang menghasilkan kau mesti mempersiapkannya di saat usia masih produktif seperti: 

  1. Melindungi aset biar tetap jatuh ke tangan keluarga
  2. Memastikan pembiayaan kehidupan keluarga yang ditinggalkan
  3. Meminimalisir pertentangan keluarga dalam hal pembagian harta.

tempatpinjamuang-Dengan merencanakan warisan di saat usia kau masih produktif, selain argumentasi di atas, permasalahan dalam kerja keras keluarga atau bisnis patungan bisa jadi lebih jelas. Apakah bisnis tersebut akan diteruskan atau diatur luar biasa waris atau tidak. Jadi, tentukan penyusunan rencana tersebut dengan bijak. 

Asuransi jiwa unit link selaku alternatif harta warisan

tempatpinjamuang-Tahukah kau bila dalam proses harta warisan hingga ke hak waris memerlukan waktu yang gak sebentar? Ada rangkaian proses mulai dari penugasan hak waris, berlanjut ke proses pemindahan kepemilikan harta pada luar biasa waris hingga adanya ketetapan dari pengadilan. Setelah itu, gres harta warisan akan diterima luar biasa waris secara resmi. 

tempatpinjamuang-Proses panjang dan rumit tersebut bisa dipermudah dan dipersingkat dengan menentukan asuransi selaku alternatif warisan. Produk asuransi jiwa yakni salah satu jenis asuransi yang dapat dijadikan selaku warisan. Jenis asuransi jiwa yang dapat dijadikan penyusunan rencana warisan yakni unit link. Melalui produk asuransi unit link, duit pertanggungan dari faedah perlindungan dan nilai investasi yang terbentuk bisa dijadikan warisan untuk keluarga. 

tempatpinjamuang-Selain itu, dengan memiliki asuransi jiwa unit link ada beberapa kelebihan yang dapat kau sanggup ketimbang harta warisan menyerupai properti, deposito dan sebagainya. 

Kelebihan asuransi selaku harta waris

  • Manfaat atau duit pertanggungan akan diterima eksklusif oleh akseptor faedah yang ditunjuk 
  • Tidak perlu lewat mekanisme aturan waris di Indonesia 

tempatpinjamuang-Sebagai informasi, tempatpinjamuang menyediakan aneka macam opsi asuransi unit link yang dapat menolong kau menyiapkan planning masa depan. Jadi, tunggu apa lagi? Siapkan warisanmu dari sekarang. 

Pertanyaan-pertanyaan seputar warisan

Apakah harta warisan dikenai pajak?Menurut aturan dalam UU PPh No. 36 tahun 2008 Pasal 4 ayat 3 menerangkan bahwa harta warisan ialah bukan objek pajak. Meski warisan yakni ekstra kesanggupan irit bagi luar biasa waris, namun dalam hal ini bukanlah objek pajak.Bagaimana bila utang pewaris lebih besar dari harta warisan?Dalam Kompilasi Hukum Islam Pasal 175 ayat 2 menerangkan tanggung jawab luar biasa waris terhadap utang atau keharusan pewaris cuma terbatas pada jumlah atau nilai harta peninggalannya. Jadi, luar biasa waris cuma dibebani keharusan mengeluarkan duit utang pewaris sebatas pada harta peninggalan pewaris saja. Ahli waris gak berkewajiban memakai harta pribadinya untuk mengeluarkan duit utang-utang pewaris.Bisakah luar biasa waris menolak selaku luar biasa waris?Bisa. dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata pasal 1045 menyebutkan tiada seorang pun diwajibkan untuk menerima warisan yang jatuh ke tangannya. Artinya, luar biasa waris yang menolak warisan, otomatis dianggap gak pernah jadi luar biasa waris.Bolehkah membagi warisan di saat pewaris masih hidup?Kematian pewaris yakni syarat utama untuk sanggup dijalankan proses pewarisan. Berdasarkan Pasal 830 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, pewarisan tanpa adanya simpulan hidup dari pewaris maka pemberian warisan terhadap luar biasa waris di saat pewaris masih hidup gak bisa dilakukan.Tags :

Info Mengenai

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *