Categories: Utang

Melaporkan Rentenir Ke Polisi Itu Kira-Kira Gimana Ya?

Melaporkan rentenir ke polisi sanggup enggak ya? Pikiran ini lazimnya keluar dari mereka yang terperangkap dalam jeratan rentenir. Meski berupaya menyaur utang, namun karena bunga yang tinggi, seperti utang itu tak pernah lunas.

Apa sih itu rentenir? Sejatinya ungkapan rentenir berasal dari bahasa Belanda, yaitu rente yang artinya meminjamkan. Mereka yang suka meminjamkan ini disebut rentenir. Bagi sebagian orang, rentenir sudah menjadi profesi dengan cara membungakan duit atau tukang riba.

Nah, mereka yang berafiliasi dengan rentenir ditentukan bakal sulit di kemudian hari. Betul, mereka membantu di dikala lagi kepepet butuh duit, namun di hari esok malah menjerat. Ada yang bertugas selaku marketing (mencari orang yang lagi kesusahan uang) hingga debt collector (tukang tagih).

Oleh karena itu, penting buat mengantisipasi keperluan secara tiba-tiba menyerupai sakit supaya gak terjerat utang. Caranya merupakan dengan memiliki produk asuransi kesehatan. Preminya terjangkau lho, terlebih ada potongan harga 25% di tempatpinjamuang!

Para rentenir ini juga sudah melek hukum. Artinya, mereka sanggup menjerat para korbannya dengan pasal-pasal yang berlaku.

Lihat saja kuitansi yang mereka berikan terhadap para peminjam. Kebanyakan rentenir tak menyebutkan nominal di kuitansi itu peruntukannya selaku pinjaman, namun titipan.

Para rentenir lebih senang pakai ungkapan duit titipan ketimbang pinjaman. Kenapa? Karena dengan ungkapan itu, duit milik rentenir seperti ‘dititipkan’ terhadap peminjam.

Lantaran statusnya selaku ‘duit titipan’, maka bila si peminjam gagal mengeluarkan duit sanggup diperkarakan secara aturan selaku penggelapan.

Sedangkan besaran bunga yang dikutip rentenir cuma disebut secara verbal saja alias tidak tertulis dalam kuitansi atau surat perjanjian antara rentenir dengan peminjam.

Sudah banyak permasalahan rentenir yang mengancam korbannya yang gagal bayar ke polisi dengan tuduhan penggelapan. Bahkan dari sekian permasalahan ini sudah ada yang disidangkan ke meja hijau.

Kalau begitu, bagaimana sebaliknya apakah rentenir sanggup dibalik dilaporkan para korbannya?

Contoh Kasus Terjebak Rentenir

Mungkin bahasnya nikmat pakai rujukan permasalahan saja. Sebut saja Bang Toyib yang kejebak utang rentenir:

  • Meminjam duit sebesar: Rp 5 juta
  • Dikenai bunga: 1% per hari
  • Tempo pinjaman: 20 hari

Artinya, dalam kurun waktu 20 hari, Bang Toyib mesti sudah melunasi:

  • Pokok utang + (pokok utang x 1%) x 20 hari = Rp 6 juta.

Sayang, Bang Toyib gagal menyanggupi akad bayar Rp 6 juta di waktu yang sudah ditentukan. Dia dikenai denda tunggakan yang besarannya Rp 200 ribu/bulan.

Aturan denda ini tak menurut berapa hari beliau menunggak. Meski menunggak 10 hari, Bang Toyib tetap mesti bayar denda Rp 200 ribu. Itu belum ditambah lagi bunga 1% yang terus berlangsung karena belum juga melunasi utang.

Sebelum jatuh tempo, Bang Toyib sering didatangi anak buah rentenir yang bertindak selaku debt collector. Mudah beliau makin gugup karena terus-terusan ditagih atas utangnya yang belum lunas.

Dapatkah melaporkan praktik rentenir ke polisi?

Lalu apakah Bang Toyib sanggup meminta pemberian polisi atas insiden yang menimpanya? Apakah praktik rentenir itu sanggup dipidanakan atau diperdatakan?

Bila berkaca pada aturan hukum, dalam hal ini KUHAP (Kitab Undang-undang Hukum Acara Perdata), tak ada satu pasal pun yang menyebutkan praktik rentenir itu melawan hukum. Bahkan disebutkan praktik pinjam-meminjam duit yang diikuti bunga pun juga dibenarkan secara hukum.

Aturan itu terdapat dalam pasal 1765 KUH Perdata yang menyebutkan “bahwa merupakan diperbolehkan memperjanjikan bunga atas pinjaman duit atau barang lain yang habis karena pemakaian”.

Artinya, tata cara aturan aktual di Indonesia menyebutkan perjanjian pinjam-meminjam duit yang diikuti bunga itu tak melawan hukum. Alasannya, perjanjian itu timbul menurut kontrak dua belah pihak yang secara sadar mengikatkan diri dalam urusan pinjam-meminjam.

Di lain pihak, praktik rentenir ini juga tak melawan aturan yang tertera dalam KUH Pidana yang mengendalikan tindak kriminal perbankan. Mereka yang meminjamkan duit dengan bunga tinggi tidak sanggup diperkarakan baik secara perdata maupun pidana. Terlebih, para rentenir ini lazimnya bertindak atas nama eksklusif bukan kelembagaan.

Cara Mempidanakan Rentenir

Kasus akan menjadi beda jikalau rentenir sudah melakukan aksi-aksi kekerasan terhadap peminjam. Misalnya saja melakukan teror hingga bahaya terhadap pihak peminjam. Dari sisi hukum, aksi-aksi kekerasan itu sanggup dilaporkan ke polisi karena merugikan dan mengusik kenyamanan.

Pelaku kekerasan sanggup dijerat aturan dengan pasal 335 ayat 1 kitab undang-undang hukum pidana wacana perbuatan tak menyenangkan. Dalam pasal itu disebutkan bahaya pelaku kekerasan sanggup dibui paling usang setahun atau denda Rp 4.500.

Lalu bagaimana jikalau si rentenir balik mengancam? Sebenarnya tak perlu risau. Gunakan saja kehabisan ungkapan ‘uang titipan’ yang lazimnya rentenir sebut dalam kuitansi.

Kenapa? Pastinya beda dong definisi ‘uang titipan’ dan ‘pinjaman’.

Kalau di kuitansi menggunakan ungkapan duit titip maka secara otomatis tak sanggup menuntut bunga dari peminjam. Kan disebutnya duit titip. Beda permasalahan kalau dalam kuitansi itu disebut selaku pinjaman yang sanggup dikenai bunga. 

Kelemahan kedua adalah, pengenaan bunga lazimnya dilaksanakan secara verbal alias tak tertulis. Lantaran verbal maka dasar hukumnya tak kuat.

Bagaimana lepas dari jeratan rentenir? Cara mudahnya merupakan menjauhi diri meminjam dana dari mereka.

Sayangnya, meski dikala ini banyak opsi mencari pinjaman yang ‘legal’ dalam hal ini perbankan, pegadaian, maupun forum keuangan lain, toh tetap saja tak merubah kebiasaan penduduk menegaskan rentenir.

Kebanyakan berargumentasi mengajukan pinjaman ke perbankan menyibukkan dan khawatir dikenai bunga yang tinggi. Padahal sesungguhnya bunga pinjaman lewat perbankan lebih ringan di banding seorang rentenir.

Jadi jangan heran kalau rentenir masih eksis. Hal ini tak lepas dari aturan ekonomi di mana di situ ada undangan (masyarakat butuh duit), maka di situ pula rentenir tetap ada.

Buat kau yang ingin tahu lebih banyak wacana menyusun budget supaya gak terlilit utang, konsultasikan masalahmu pada ahlinya lewat Tanya tempatpinjamuang!

Tags :

Tags: Utang
rizved al

Recent Posts

3 trik aman baca Chat WA Tanpa Diketahui Oleh Pengirimnya

Sampai saat ini, aplikasi WhatsApp masih menjadi raja layanan berkirim pesan secara online. Hal ini tentu saja karena berbagai fitur…

4 minggu ago

Kepala BKPM Bahlil: Gak Ada Tukang Palak di Investasi RI! – TPMNews

Jakarta, tpmnews - RI terus aktif menggaet investor di sektor industri hilir pertambangan, khususnya untuk mengembangkan industri baterai kendaraan listrik…

4 minggu ago

Jreng! Australia Kini Punya Senjata Nuklir, RI Kasih Respons – TPMNews

Jakarta, tpmnews - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI buka suara mengenai pembentukan AUKUS. Ini adalah aliansi pertahanan baru antara Amerika…

4 minggu ago

Siap-siap! KKP Atur Penangkapan Terukur Mulai 1 Januari 2022 – TPMNews

Jakarta, tpmnews - Pemerintah akan mengeluarkan aturan baru mengenai kuota penangkapan ikan. Nantinya ikan yang ditangkap akan diatur jumlahnya hingga…

4 minggu ago

Murah di Inggris, Brompton Ini Tembus Rp 40 Juta di RI – TPMNews

Jakarta, tpmnews - Harga sepeda Brompton saat ini dibanderol mulai dari Rp 30 jutaan. Harga ini turun dari tahun lalu…

4 minggu ago

Strategi BKMS Kelola 5 Kluster Bisnis di KEK Gresik JIIPE – TPMNews

Jakarta, tpmnews- Direktur Utama PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS), Bambang Setiono menyambut positif penetapan Kawasan Integrated Industrial Port Estate…

4 minggu ago