Menu
Media Informasi Keuangan

Kembangkan Wisata, Kabupaten Bogor Khawatir Akan Picu Sebaran HIV

  • Bagikan

Kabarin.co.id, Jakarta – Pemerintah Kabupaten Bogor saat ini tengah menggalakkan branding The City Sport and Tourism. Akan tetapi, upaya yang mengedepankan wisata sebagai keunggulan daerah tersebut, juga dikhawatirkan menjadi pemicu meningkatnya penyebaran HIV/AIDS.

Hal tersebut diungkap langsung oleh Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Dedi Syarif. Sehingga dalam hal ini, membutuhkan komitmen pada semua stake holder guna menekan sebaran HIV/AIDS.

“Terlebih Kabupaten Bogor menjadi wilayah destinasi wisata yang berpotensi terjadinya penyebaran HIV. Apabila tidak dilakukan bersama-sama, kita tidak akan berhasil menanggulangi dan mengeliminasi HIV,” jelas Dedi, Kamis (17/10/2019).

Ia menilai, gotong royong untuk menanggulangi HIV/AIDS sudah tertuang pada Peraturan Bupati *Perbup) Bogor Nomor 9 tahun 2019, tentang Penanggulangan HIV/AIDS.

“Maka butuh komitmen dari seluruh insan kesehatan Kabupaten Bogor, masyarakat dan stake holder di semua lini agar Kabupaten Bogor menuju masyarakat sehat terbebas dari HIV/AIDS,” ucapnya.

Menurut yang tercatat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, hingga Juni 2019, terdapat 317 warga yang sudah positif mengidap HIV/AIDS. Data tersebut diperoleh dari hasil pemeriksaan terhadap 22.506 orang yang terindikasi HIV/AIDS.

Intan Widayati selaku Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Bogor, menjelaskan bahwa HIV/AIDS lebih banyak menyerang kalangan anak yang baru lahir hingga pada usia belasan tahun.

“Kalau baru lahir sampai anak-anak penularan dari ibunya. Berbeda dengan orang remaja sampai dewasa, karena virus itu akibat perilaku berisiko,” ungkap Intan.

“Kita juga bekerja sama dengan LSM penggiat HIV, untuk memperluas jangkauan layanan ke populasi kunci,” paparnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *