Suci Zidni Seorang Guru di salah satu Sekolah Menengah Atas di Surabaya, berfokus pada bidang fisika dan matematika. Semoga Jevtonline dapat membantu seluruh siswa di Indonesia.

Indeks Harga dan Inflasi

3 min read

indeks harga dan inflasi

Indeks harga dan Inflasi – Jev Edukasi Online pada kesempatan kali ini akan membahas materi lanjutan dari Pendapatan Nasional yaitu tentang indeks harga dan inflasi. Materi ini sangat erat hubungannya dengan materi sebelumnya, jadi setelah Anda memahami materi ini juga bisa membaca materi sebelumnya mengenai pendapatan nasional.

Indeks harga dan inflasi merupakan dua hal yang saling erat hubungannya seperti ada sebab dan akibat, jadi kedua hal ini saling berhubungan. Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai keduanya, berikut pengertian, tujuan, cara menghitung indeks harga dan inflasi.

Daftar MATERI  Pendapatan Nasional

Indeks Harga

Dalam materi indeks harga terdapat beberapa hal yang perlu Anda ketahui, dari pengertian, tujuan hingga cara menghitungnya, berikut penjelasannya.

Pengertian Indeks Harga

Indeks harga adalah angka perbandingan untuk mengukur perubahan atau perbandingan satu atau lebih variabel dari waktu atau tempat tertentu dengan variabel yang sama pada waktu atau tempat lain.

Sedangkan pengertian indeks harga menurut BPK atau Badan Pusat Statistik yaitu angka perbandingan harga dalam dua waktu atau tempat yang berbeda.

Tujuan Menghitung Angka Indeks Harga

Adapun tujuan menghitung angka indeks ini yaitu untuk mengukur perbandingan perubahan antar dua atau lebih variabel ekonomi dan sosial. Didalam menyusun angka indeks Anda perlu menentukan apa yang diukur, bagaimana cara mengukur dan untuk apa diukur. Nah hal itu sangat penting agar Anda mengetahui tujuan Anda dalam menghitung angka indeks harga tersebut.

Cara menghitung Indeks Harga

Menghitung indeks harga dalam mengukur laju inflasi terdapat 3 cara yaitu GNP Deflator, Indeks harga konsumen dan indeks harga produsen. Berikut ini pengertian, rumus dan contohnya dari metode atau ketiga cara tersebut.

GNP Deflator

Pengertian GNP Deflator adalah rasio GNP nominal pada tahun tertentu terhadap GNP riil pada tahun tertentu atau bisa dibilang perbandingan GNP nominal dengan GNP Riil pada tahun tertentu.

Rumus dalam menghitung GNP Deflator, Anda bisa menggunakan rumus metode indeks Paasche berikut ini.

rumus indeks paasche

Keterangan
IP = Indeks Paasche
Po = Harga pada tahun tertentu
Qo= Kuantitas pada tahun dasar
Pn = Harga pada tahun ke n
Qn = Kuantitas pada tahun ke n

Indeks Harga Konsumen (IHK)

IHK atau Indeks Harga Konsumen dapat diperoleh dari mengukur biaya pembelian sekelompok barang yang dominan. Biaya pembelian ini dianggap semuanya besarnya sama atau relatif sama pada setiap tahun. Sedangkan cara menghitung IHK atau Indeks Harga Konsumen Anda dapat menggunakan rumus metode Indeks Laspeyres berikut ini.

rumus ihk (indeks harga konsumen)

Keterangan
IL = Indeks Laspeyres
Pn = Harga Pada Tahun Tertentu
Po = Harga Pada tahun dasar
Qn = Kuantitas pada tahun dasar

Indeks Harga Produsen (IHP)

IHP atau Indeks Harga Produsen ini sama dengan IHK, namun jika pada IHK yang dihitung biaya konsumen sedangkan pada IHP biaya produsen atau pengusaha. Jadi rumus yang diigunakan dalam menghitung Indeks Harga Produsen sama dengan IHK bedanya pada variabelnya.

Daftar MATERI  Pendapatan Nasional

Inflasi

Setelah Anda mengetahui pengertian, contoh dan cara menghitung indeks harga, sekarang akan kami bahas mengenai materi inflasi. Berikut ini akan kami tuntas habis mengenai pengertian, jenis, penyebab dampak hingga cara mmengatasi inflasi.

Pengertian Inflasi

Inflasi adalah dalam suatu perekonomian yang terjadi peningkatan harga umum yang berlangsung terus menenus.

Peningkatan harga secara terus menerus (inflasi) ini bisa terjadi berupa meningkatan harga kecil (Creeping Inflstion) atau tinggi dan meningat dengan cepat (Hyper Inflation). Agar Anda lebih memahami secara lebih spesifik, terdapat beberapa jenis inflasi, berikut penjelasannya.

Jenis Inflasi

Terdapat beberapa jenis inflasi yang perlu Anda ketahui dan fahami agar kita bisa mengidentifikasi terjadinya inflasi dengan baik. Jenis inflasi dibagi menjadi 3 indikator yaitu berdasarkan parah atau tidaknya, penyebab dan asal terjadinya, berikut penjelasannya.

Jenis Inflasi Berdasarkan Parah Atau Tidaknya

Inflasi berdasarkan indikator parah atau tidaknya, bisa kita bagi menjadi 4 jenis yaitu ringan, sedang, berat dan hyper. Berikut ini pengertian keempat jenis inflasi tersebut yang berdasarkan indikator parah atau tidaknya.

  1. Ringan, jenis inflasi ini masih berada di bawah dibawah 10% atau 1 digit dalam setahun
  2. Sedang, jenis inflasi ini kisarannya diantara 10-30% dalam setahun
  3. Berat, jenis inflasi ini bisa mencapai diangka 30-100% kenaikannya dalam setahun
  4. Hyper Inflation, jenis inflasi yang ini bisa melebihi 100% kenaikannya dalam satu tahun

Jenis Inflasi Berdasarkan Penyebab Terjadinya

Inflasi yang berdasarkan indikator penyebab terjadinya bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu Demand dan Cost.  Berikut ini penjelasan kedua jenis inflasi yang berdasarkan indikator penyebab terjadinya.

  1. Demand – Pull Inflation, jenis inflasi ini bisa terjadi dikarenakan pemintaan masyarakat meningkat tajam terhadap barang atau jasa.
  2. Cost – Push Inflation, jenis inflasi yang satu ini diakibatkan oleh kenaikan biaya produksi.

Jenis Inflasi Berdasarkan Asal Terjadinya

Inflasi yang berdasarkan indikator asal terjadinya bisa dibagi menjadi 2 jenis yaitu dalam dan luar negeri. Berikut ini pengertian dan penjelasan kedua jenis inflasi yang berdasarkan indikator asal terjadinya.

  1. Dalam negeri, jenis inflasi ini terjadi karena faktor dalam negeri seperti kebijakan uang longgar, panen gagal dll.
  2. Luar negeri, jenis inflasi ini terjadi karena faktor dari luar negeri yang sifatnya ada langsung dan tidak langsung. Contoh langsung seperti kenaikan harga barang inport, sedangkan tidak langsung seperti kebijakan pemerintah yang menaikkan harga dikarenakan untuk mengimbangi harga dari luar negeri.

Dampak Inflasi Terhadap Kegiatan Ekonomi Masyarakat

Terjadinya inflasi sangat merugikan msyarakat banyak selain itu juga bisa berdampak pada produktivitas kegiatan ekonomi masyarakat, pengusaha dan konsumen. Berikut ini kami rangkum beberapa dampak yang diakibatkan oleh terjadinya inflasi terhadap kegiatan ekonomi masyarakat.

  1. Tidak adanya simpanan atau investasi berupa uang tunai
  2. Pengusaha berfikir banyak jika ingin melakukan investasi
  3. Orang akan cenderung menyimpan harta dalam bentuk barang tetap dari pada tabungan uang
  4. Daya beli masyarakat akan menurun dikarenakan nilai uang akan turun

Cara Mengatasi Inflasi

Jika sudah terjadi inflasi terdapat cara yang bisa ditempuh untuk mengatasi inflasi diantaranya seperti melalui kebijakan moneter, fiskal dan nonmoneter. Contoh kebijakan moneter dalam mengatasi inflasi ini seperti menaikkan suku bunga, menjual obligasi ke pasar modal dan menaikkan cadangan uang kas.

Sedangkan kebijakan fiskal yang bisa ditempuh pemerintah untuk mengatasi inflasi ini seperti mengatur penerimaan dan mengeluaran pemerintah hingga menaikkan pajak. Sedangkan kebijakan nonmoneter ini contohnya seperti mendorong pengusaha menaikkan produksinya, menekan tingkat upah dan lain lain.

Penutup

Nah gimana sahabat Jev Edukasi Online, sekarang sudah mengertikan materi diatas mengenai indeks harga dan inflasi. Materi Indeks harga diatas sudah kami paparkan lengkap dari pengertian, tujuan, hingga cara menghitung dan rumusnya juga. Selain itu juga mengenai inflasi sudah kami paparkan lengkap dan runtut dari pengertian, jenis, dampak hingga cara mengatasi inflasi.

Suci Zidni
Suci Zidni Seorang Guru di salah satu Sekolah Menengah Atas di Surabaya, berfokus pada bidang fisika dan matematika. Semoga Jevtonline dapat membantu seluruh siswa di Indonesia.

Pasar Monopolistik

Suci Zidni Suci Zidni
2 min read

Permintaan Dan Penawaran

Suci Zidni Suci Zidni
2 min read

Teori Perilaku Produsen

Suci Zidni Suci Zidni
2 min read