Suci Zidni Seorang Guru di salah satu Sekolah Menengah Atas di Surabaya, berfokus pada bidang fisika dan matematika. Semoga Jevtonline dapat membantu seluruh siswa di Indonesia.

Faktor Pendorong Interaksi Sosial

2 min read

faktor pendorong interaksi sosial

Sebelumnya kita sudah bahas materi mengenai interaksi sosial, nah kali ini kita bahas apa saja faktor pendorong terjadinya interaksi sosial. Orang mungkin memandang sederhana materi interaksi sosial dikarenakan cukup bertatap muka sudah cukup, padahal faktor pendorong yang melandasi terjadinya interaksi sosial ini sangat kompleks.

Faktor Pendorong Interaksi Sosial

sosiologi interaksi sosial

Yang melandasi terjadinya suatu interaksi sosial ini ada beberapa faktor psikologi yang perlu Anda ketahui, seperti imitasi, sugesti, identifikasi, simpati dan empati. Kelima faktor tersebut yang melandasi terjadinya interaksi sosial. Berikut ini penjelasan beserta contoh dari kelima faktor pendorong interaksi sosial tersebut.

Imitasi

Pengertian imitasi dalam interaksi sosial adalah suatu tindakan meniru yang bisa dilakukan dengan bermacam-macam bentuknya. Contoh imitasi didalam interaksi sosial ini seperti gaya bicara, tingkah laku, kebiasaan dan lain sebagainya.

Syarat yang harus dipenuhi dalam melakukan imitasi ini adalah terdapat minat terhadap subjek atau objek yang ditiru, dan adanya sikap mengagumi dan memahami terhadap sesuatu yang akan ditiru. Contoh sikap imitasi ini terjadi pada seseorang yang mengagumi pemain sepak bola seperti Ronaldo, kemudian dia akan meniru gaya Ronaldo ketika mencetak goal.

Peran imitasi didalam proses interaksi sosial ini dapat mendorong seseorang untuk mematuhi sebuah norma sosial dan nilai sosial yang berlaku di masyarakat. Contoh imitasi dapat mendorong seseorang untuk mematuhi norma dan nilai sosial seperti seorang anak yang meniru Ayahnya ketika berkunjung kerumah seseorang yang harus mengucapkan salam dan mengetuk pintu terlebih dahulu.

Sugesti

Pengertian sugesti didalam proses interaksi sosial adalah suatu kegiatan seseorang memberikan sudut pandang ataupun sikapnya, kemudian diterima oleh orang lain. Ketika seseorang dalam kondisi tidak netral dan tidak bisa berfikir secara rasional, biasanya penerima bisa dengan mudah menerima sugesti.

Secara umum sugesti ini bisa dari berbagai sumber seperti dari orang yang berwibawa, memiliki kedudukan yang lebih tinggi, kelompok mayoritas terhadap minoritas dan reklame atau iklan. Terjadinya sugesti selain dari sumbernya juga terdapat faktor dari diri seseorang yang menerima juga.  Faktor dari dalam diri perima sugesti tersebut seperti terhambatnya pola berfikir kritis, kemampuan berfikir yang terpecah belah (dissosiasi) dan orang dalam kondisi yang ragu-ragu.

Identifikasi

Pengertian identifikasi didalam interaksi sosial adalah suatu kecenderungan meniru seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain secara keseluruhan. Perbedaan identifikasi dengan imitasi ini tentu berbeda, kalau identifikasi ini sifatnya lebih mendalam dibandingkan imitasi dan bisa sampai membentuk suatu karakter seseorang.

Contoh identifikasi ini seperti seorang anak yang mengidolakan ayahnya, dari sikap, prilaku dan nilai yang dimiliki ayahnya dicontoh oleh anak tersebut karena dianggap menjadi sosok yang ideal untuk bisa menuntun hidupnya.

Simpati

Pengertian simpati ini adalah suatu proses dimana seseorang tertarik dengan pihak atau orang lain. Dalam proses ini perasaan menjadi sebuah poin penting dengan alasan rasa ingin memahami dan bekerja sama dengan pihak lain.

Contoh simpati ini seperti teman kita sedang kehilangan dompetnya, kemudian kita juga ikut sedih dan ingin membantunya dengan ikut mencari dompetnya. Pada umumnya, terjadinya simpati ini pada teman sebaya, saudara, tetangga dan teman kerja.

Empati

Pengertian empati adalah suatu simpati yang sangat dalam sehingga dapat mempengaruhi kejiwaan dan fisik seseorang. Perbedaan empati dengan simpati ini tentunya terletak pada kedalam perasaan yang dialami sehingga bisa menganggu kondisi fisik dan jiwa seseorang.

Contoh empati ini terjadi pada seorang ibu yang ditinggal anaknya untuk bekerja dan dia merasa rindu hingga dia bisa terjatuh sakit. Jadi empati ini bisa dibilang suatu simpati tetapi lebih mendalam sehingga sang ibu tersebut bisa jatuh sakit.

Penutup

Itulah tadi faktor pendorong terjadinya interaksi sosial, kelima faktor diatas (imitasi, sugesti, identifikasi, simpati dan empati) merupakan faktor minimal yang mendasari terjadinya interaksi sosial. Kelima faktor pendorong diatas juga sudah kami lengkapi dengan contoh dari masing masing faktornya.

Suci Zidni
Suci Zidni Seorang Guru di salah satu Sekolah Menengah Atas di Surabaya, berfokus pada bidang fisika dan matematika. Semoga Jevtonline dapat membantu seluruh siswa di Indonesia.

Teknik Pengumpulan Data

Suci Zidni Suci Zidni
2 min read

Nilai Sosial

Suci Zidni Suci Zidni
2 min read

Kegiatan Konsumsi

Suci Zidni Suci Zidni
2 min read