Menu
Media Informasi Keuangan

Cara Mengkalkulasikan Pajak Progresif Kendaraan Bermotor

- Tak Berkategori
  • Bagikan

tempatpinjamuang-Memahami pajak progresif tidak terlampau susah terlebih jikalau kita memiliki dua kendaraan sejenis yang sama-sama dibebani dengan pajak yang mesti dibayarkan setiap tahunnya. 

tempatpinjamuang-Secara sederhana, sanggup diartikan bahwa kian banyak kendaraan yang dimiliki maka kian besar pajak yang mesti dibayarkan atas tiap kendaraan yang ada.

Apa itu pajak progresif kendaraan bermotor?

Pengenaan pajak progresif pada kendaraan
Pengenaan pajak kendaraan progresif

tempatpinjamuang-Pajak progresif yakni pungutan pajak dengan nilai yang lebih besar seiring dengan kian banyaknya kepemilikan barang atau benda kena pajak yang dikontrol sesuai dengan undang-undang yang berlaku

tempatpinjamuang-Pajak kendaraan progresif  memiliki landasan aturan menurut Undang-Undang Nomor 28 tahun 2009 mengenai Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

tempatpinjamuang-Undang-undang tersebut menertibkan mengenai kepemilikan unit kendaraan kedua dan pembayaran pajaknya dengan ketentuan selaku berikut.

  • Tarif pajak kendaraan bermotor langsung untuk kepemilikan pertama terendah sebesar 1 persen dan paling tinggi sebesar 2 persen.
  • Tarif pajak kendaraan bermotor langsung atas kepemilikan unit kedua dan seterusnya sanggup ditetapkan secara progresif terendah sebesar 2 persen dan paling tinggi sebesar 10 persen.

tempatpinjamuang-Dengan ketentuan tersebut, kita mesti membayarkan tarif pajak kendaraan progresif untuk unit kendaraan kedua dan seterusnya berlaku untuk kelipatan. 

Pajak progresif menurut apa?

tempatpinjamuangTarif pajak kendaraan progresif ini ditetapkan menurut jumlah objek pajak yang dalam hal ini kendaraan bermotor dan harga atau nilai objek pajak terkena pungutan.

tempatpinjamuang-Objek pajak tersebut tentu aja dibayar Wajib Pajak atas nama atau alamat yang sama.

tempatpinjamuang-Namun, perlu dimengerti juga bahwa pengenaan atas pajak ini cuma berlaku pada kepemilikan jenis kendaraan yang sama. Berikut yakni tumpuan kasusnya untuk memperjelas.

Contoh urusan terkait pengenaan tarif pajak kendaraan progresif

tempatpinjamuang-Misalnya membahas suatu kendaraan sepeda motor atas nama Tuan Agung yang beralamat di Jalan Lempuyangan, Jakarta.

tempatpinjamuang-Tuan Agung kemudian berbelanja sepeda motor kedua pada tahun selanjutnya dengan atas nama pemilik dan alamat yang sama. 

tempatpinjamuang-Maka sepeda motor kedua itulah yang dikenakan tarif pajak motor progresif dengan besaran antara 2 persen hingga dengan 10 persen menurut besaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang tertera di STNK.

Contoh urusan tidak terkait pengenaan tarif pajak kendaraan progresif

tempatpinjamuang-Contoh urusan yang lainnya, Tuan Agung memiliki aneka macam kendaraan dengan jenis yang berbeda-beda. Dalam hal ini, Tuan Agung memiliki satu sepeda motor, satu mobil, dan satu truk.

tempatpinjamuang-Karena berlainan jenis kendaraan, maka tidak ada satu pun kendaraan milik Tuan Agung yang dikenakan tarif pajak kendaraan progresif.

Berapa besar pajak progresif kendaraan beroda empat dan motor?

tempatpinjamuang-Singkat mengenai besaran tarif pajak yang dikenakan atas komplemen kepemilikan unit kendaraan yang sama, persentasenya akan meningkat seiring pertambahan jumlah kendaraan. Di bawah ini kita sanggup lihat besaran tarifnya.

Urutan Kepemilikan Tarif Pajak
Kendaraan Pertama 2%
Kendaraan Kedua     2,5%
Kendaraan Ketiga     3%
Kendaraan Keempat 3,5%
Kendaraan Kelima    4%
Kendaraan Keenam  4,5%
Kendaraan Ketujuh  5%
Kendaraan Kedelapan 5,5%
Kendaraan Kesembilan 6%
Kendaraan Kesepuluh 6,5%
Kendaraan Kesebelas           7%
Kendaraan Kedua Belas 7,5%
Kendaraan Ketiga Belas 8%
Kendaraan Keempat Belas 8,5%
Kendaraan Kelima Belas 9%
Kendaraan Keenam Belas 9,5%
Kendaraan Ketujuh Belas 10%

Di kawasan mana aja pajak kendaraan progresif dikenakan?

tempatpinjamuang-Selain kawasan Provinsi DKI Jakarta, aturan pajak progresif kendaraan juga dipraktekkan di seluruh kawasan Provinsi Jawa Barat. Berikut ini aturan mengenai penetapan pajak kendaraan progresif.

  • Pajak kendaraan progresif buat DKI Jakarta: perda Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2015.
  • Pajak kendaraan progresif buat Jawa Barat: perda Provinsi Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2011.

Cara mengenali kendaraan beroda empat atau motor kena pajak kendaraan progresif

tempatpinjamuang-Mudah caranya buat mengenali kendaraan beroda empat atau motor kena pajak kendaraan progresif atau gak. Caranya, cek STNK milikmu pada lembaran Tanda Bukti Pelunasan Kewajiban Pembayaran yang berwarna cokelat. Lalu, cek gugusan angka di bawah baris Nomor Mesin.

tempatpinjamuang-Kalau gugusan angka di bawah baris Nomor Mesin mengobrol 001 (tiga angka terakhir), itu bermakna kendaraan tersebut yakni kendaraan pertama. Kalau angka 002, itu bermakna kendaraan kedua dan kena pajak kendaraan progresif. Begitulah seterusnya.

Cara menjumlah tarif pajak progresif

cara menjumlah pajak kendaraan progresif
Cara menjumlah pajak kendaraan progresif

tempatpinjamuang-Cara untuk menjumlah tarif pajak progresif tidak terlampau rumit dan susah bahkan sanggup dijalankan sendiri selama kita mengenali pajak kendaraan bermotor (PKB) yang tertera di dalam STNK kendaraan pribadi.

tempatpinjamuang-Langkah pertama untuk mengenali tarif pajak kendaraan progresif, tentukan dahulu nilai jual kendaraan bermotor dengan rumus di bawah ini.

NJKB Kendaraantempatpinjamuang-(Pajak Kendaraan Bermotor / 2) x 100

tempatpinjamuang-Setelah mengenali NJKB kendaraan, selanjutnya kalikan dengan persentase tarif pajak kendaraan progresif sesuai dengan urutan kepemilikan kendaraan.

tempatpinjamuang-Berikut yakni studi urusan penerapan tarif pajak kendaraan progresif untuk kepemilikan kendaraan bermotor roda dua lebih dari satu. Agar lebih mudah, kita gunakan tumpuan dengan kepemilikan sepeda motor dengan jenis yang serupa di tahun yang sama.

tempatpinjamuang-Hal tersebut dijalankan mudah-mudahan simulasi penghitungan lebih gampang dipahami. Karena jikalau berlainan jenis dan tahunnya akan mempengaruhi nilai NJKB sehingga besar lengan berkuasa juga terhadap tarif progresif yang mesti dibayarkan.

Contoh penghitungan tarif pajak progresif

tempatpinjamuang-Tuan Agung memiliki dua sepeda motor di tahun yang sama. PKB motor kedua yakni Rp250.000, maka penghitungan NJKB motor Tuan Agung selaku berikut.

  • NJKB = (PKB/2) x 100
  • NJKB = (Rp250.000/2) x 100
  • NJKB = Rp12.500.000
  • SWDKLLJ = Rp35.000

tempatpinjamuang-Setelah dimengerti NJKB kendaraan, selanjutnya menjumlah besaran tarif pajak kendaraan progresif menurut urutan kepemilikan kendaraan tersebut.

Sepeda motor pertama

  • PKB = Rp12.500.000 x 2% = Rp250.000 
  • SWDKLLJ = Rp35.000
  • Pajak = Rp250.000 + Rp35.000 = Rp285.000

Sepeda motor kedua

  • PKB = Rp12.500.000 x 2.5% = Rp312.500 
  • SWDKLLJ = Rp35.000
  • Pajak = Rp312.500 + Rp35.000 = Rp347.500

Sepeda motor ketiga

  • PKB = Rp12.500.000 x 3% = Rp375.000
  • SWDKLLJ = Rp35.000
  • Pajak = Rp347.500 + Rp35.000 = Rp382.500

tempatpinjamuang-Contoh penghitungan tarif progresif tersebut sungguh gampang untuk diaplikasikan sehabis mengenali NJKB kendaraan.

tempatpinjamuang-Penghitungan tersebut juga berlaku untuk penghitungan tarif pajak kendaraan progresif kelipatan selanjutnya, misalnya untuk motor keempat, kelima, dan seterusnya.

Kekurangan dan keistimewaan tarif pajak progresif

Kepemilikan kedua kendaraan kena pajak progresif
Kepemilikan kedua kendaraan kena pajak progresif

tempatpinjamuang-Dengan mengenali ketentuan tarif pajak progresif kendaraan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, kita pun sanggup merencanakan budget pengeluaran sesuai dengan jumlah kendaraan yang kita miliki.

tempatpinjamuang-Semakin banyak kendaraan yang kita miliki, konsekuensinya pun kian besar pula tarif pajak kendaraan progresif yang mesti dibayarkan.

tempatpinjamuang-Oleh alasannya yakni itu, pertimbangkan kembali niat untuk memiliki kendaraan melampaui jumlah yang dibutuhkan. Apalagi jikalau kita masih tinggal sendiri atau berdua dengan istri/suami.

tempatpinjamuang-Mari ikuti imbauan pemerintah untuk mengutamakan penggunaan kendaraan lazim demi turut menolong meminimalkan kepadatan dan kemacetan kemudian lintas. 

Tags : , ,

  • Bagikan