Menu
Media Informasi Keuangan

Cara Mengatasi Resistensi Terhadap Perubahan Dalam Organisasi

  • Bagikan

Kabarin.co.id – Secara dasar, Cara Mengatasi Resistensi Terhadap Perubahan Dalam Organisasi ini sudah banyak beredar di internet. Apalagi untuk saat ini banyak media berbagi seperti halnya sosmed ataupun blog pribadi.

Menurut yang kami kutip dari berbagai sumber, untuk bisa memastikan proses perubahan bisa berlangsung sesuai dengan rencana, maka resistensi yang timbul harus bisa diatasi.

Dalam mengatasi atau mengurangi resistensi pada perubahan, tergantung dengan sumber resistensi itu sendiri. Kondisi tersebut juga bergantung dengan kemampuan pemimpin untuk lebih berorientasi tugas jika keadaan menuntut demikian.

Serta langkah lain ialah dengan mengganti orientasi relasi guna mengatasi resistensi perubahan yang bersifat lebih personal. Sehingga para pemimpin dituntut untuk lebih paham pada sebagian besar perubahan dengan melewati proses traumatis.

Baik berupa kekagetan ataupun penyangkalan kalangan orang yang terkait sebelum pada akhirnya mereka mulai sadar dan menyesuaikan diri.

Cara Mengatasi Resistensi Terhadap Perubahan Dalam Organisasi

Berikut kami sudah merangkum beberapa langkah untuk mengatasi terjadinya resistensi terhadap perubahan dalam suatu organisasi.

1. Pendidikan Dan Kemunikasi

Kumpulkan informasi dan analisa akurat terkait dengan perubahan. Ketika karyawan sudah berhasil dibujuk, maka banyak kemungkinan akan membantu melaksanakan perubahan yang dimaksud.

Meski bisa memakan waktu relatif lebih lama, namun dengan banyaknya yang terlibat, bisa saja akan mempermudah semua rencana yang di kehendaki.

2. Partisipasi Dan Keterlibatan

Bagi para inisiator yang tidak mempunyai informasi yang diperlukan guna merancang perubahan. Mestinya ada pula pihak lain yang menguasai kondisi tersebut.

Sehingga ketika karyawan ikut berpartisipasi, maka mereka bisa terlibat aktif dalam melaksanakan perubahan. Serta hasilnya pun tentu akan lebih memuaskan.

3. Fasilitas Dan Dukungan

Jika resitensi dari karyawan mulai muncul lantaran masalah adaptasi, tepatnya ketika tidak ada pendekatan lain yang lebih baik dalam mengatasi masalah.

Maka sudah semestinya diberikan fasilitas yang memadai, dan tentunya harus ada dukungan yang bisa mempercepat langkah penyelesaian.

4. Negoisasi Dan Persetujuan

Jika karyawan atau sekelompok karyawan secara pasti akan terkena dampak perubahan, serta pada sisi lain, karyawan/kelompok karyawan tersebut. Mempunyai kekuasaan yang cukup guna melakukan resistensi.

Pendekatan ini terkadang sangat penting untuk menghindari adanya resistensi yang lebih besar. Pada beberapa kasus juga terlalu mahal, lantaran bisa mengundang pihak lain untuk meminta perlakuan serupa.

5. Manipulasi Dan Kooptasi

Ketika pendekatan lain tidak bisa digunakan atau terlalu mahal. Penyelesaian ini relatif murah pada masalah resistensi.

Namun cara ini juga bisa menimbulkan masalah di masa akan datang, tepatnya jika para karyawan sadar jika mereka sudah dimanipulasi.

6. Ancaman (baik nyata ataupun terselubung)

Jika memang perlu, cara ini sangat ampuh disamping inisiator yang mempunyai kekuasaan cukup besar. Namun dari sisi lain, ada risiko ketika ancaman memancing kemarahan karyawan kepada para inisiator tersebut.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *