Categories: Asuransi Rumah

Begini Cara Menjumlah Ongkos Asuransi Rumah Dengan Benar

Rumah memiliki makna yang luas bagi setiap individu. Tak cuma sekadar tempat tinggal, tetapi rumah menyediakan sumbangan yang faktual bagi seisi keluarga. 

Saking pentingnya tugas rumah, maka di saat memiliki rumah kita tak ingin ada hal-hal di luar kontrol yang menimpa tempat tinggi kita. Misalnya, kebakaran, kerusakan jawaban kejadian alam, atau risiko lainnya. 

Namun yang perlu disadari adalah, ada kalanya risiko-risiko tersebut tak sanggup kita hindari. Bila ada satu risiko di atas yang menimpa rumah kita, maka satu-satunya penyelesaian merupakan menerima dan memperbaikinya. Proses inilah yang memerlukan ongkos tak sedikit. 

Hal yang perlu kita siapkan merupakan menyisakan pendapatan untuk dana darurat. Tapi, ada cara lain yang lebih efektif untuk menyediakan sumbangan keuangan terhadap properti yang kita miliki: asuransi. 

Asuransi properti atau asuransi rumah menyediakan sumbangan atas banyak sekali risiko yang sanggup saja menimpa residensial kita di masa depan. Memang, ada premi yang perlu dibayarkan. Namun ini mengeluarkan ongkos untuk premi lebih baik dibandingkan dengan gagap di saat terjadi risiko bukan?

Apa Itu Asuransi Rumah?

Asuransi rumah tergolong dalam golongan asuransi properti. Sesuai Dengan UU nomor 2 ihwal Usaha Perasuransian, maka asuransi didefinisikan selaku perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengingatkan diri terhadap tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk menyediakan penggantian terhadap tertanggung lantaran kerugian. 

Sederhananya, asuransi merupakan sumbangan terhadap objek tertentu apabila ada risiko yang menimpa objek tersebut. Dalam hal ini, objek yang kita maksud merupakan rumah. Sementara risiko yang menimpa, sanggup banyak hal, menyerupai kebakaran, kejadian alam, kerusuhan, atau kerusakan lain yang disebabkan manusia. 

Jenis Asuransi Rumah

Seperti diterangkan di atas, asuransi rumah tinggal masuk dalam jenis asuransi properti. Ada dua jenis sumbangan asuransi properti yang selama ini dipersiapkan oleh perusahaan asuransi. 

1. FLEXAS (Fire/Lightning/Explotion/Aircraft/Smoke)

Perlindungan jenis ini dipersiapkan oleh produk asuransi properti dasar. Meski kita berbelanja produk asuransi kebakaran, tetapi pada prinsipnya perlindungannya meliputi ‘FLEXAS’.

Tak cuma kebakaran, sumbangan yang dipersiapkan tergolong risiko sambaran petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang, sampai asap. 

2. PAR (Property All Risk)

Sesuai dengan namanya, property all risk, maka cakupan sumbangan yang dipersiapkan PAR lebih luas dibandingkan dengan FLEXAS. Perlindungannya nyaris meliputi semua risiko yang terjadi pada properti, seperti:

  • bencana hidrometeorologi: badai, banjir, angin ribut
  • gempa bumi, letusan gunung api, dan tsunami
  • kerusuhan, pemogokan, perbuatan jahat
  • huru-hara

Lantas apa bedanya kedua jenis sumbangan tersebut? Perbedaan fundamental merupakan pada besaran premi Semakin banyak sumbangan yang diberikan, maka besaran pemi juga akan bertambah. 

Karenanya, kau perlu mengerti abjad residensial sebelum berbelanja produk asuransi. Pilihlah produk asuransi yang memang melindungi risiko-risiko yang faktual mengancam rumah kita. Misal, pikirkan apakah rumah kau berada di lingkungan riskan banjir? Atau riskan gempa bumi?

Jika memang rumah kami terletak di lingkungan riskan banjir, maka kau sanggup memperbesar sumbangan pelengkap berupa pertanggungan atas banjir. Begitu juga jika rumah kau teletak di wilayah riskan gempa. 

Cara Menghitung Biaya Asuransi Rumah

Setelah mengerti klarifikasi di atas, mari kita pelajari bagaimana cara menjumlah ongkos asuransi rumah. Pengetahuan ini penting biar kita paham berapa ongkos yang perlu kita keluarkan setiap tahun dan faedah apa saja yang mau ditemukan nanti. 

Rumus dasar menjumlah premi asuransi adalah:

Premi = (Uang pertanggungan x Rate) + Biaya

Uang Pertanggungan

Uang pertanggungan merupakan nilai yang ingin kita asuransikan. Nilai ini ada hitungannya. 

Misalnya pada rumah tinggal, pemilik cuma tahu bahwa nilai huniannya seharga ongkos yang dikeluarkan untuk berbelanja satu unit rumah. Padahal, angka tersebut tidak sanggup serta merta dimasukkan dalam duit pertanggungan. 

Alasannya, nilai pembelian ada pada komponen tanah tempat bangunan berdiri. Kita ambil contoh, ada suatu rumah yang terbakar, rata dengan tanah. 

Perlu dimengerti bahwa insiden kebakaran yang menimpa rumah tersebut cuma memiliki efek pada bangunannya saja. Sedangkan nilai atau harga tanahnya tetap. Karenanya, dalam menjumlah angka pertanggungan, perusahaan asuransi cuma memasukkan nilai bangunan saja. 

Komponen nilai bangunan sendiri didapat dari luas banunan dan kelas bangunan. Kelas konstruksi bangunan terbagi 3:

  • Kelas konstruksi 1, bangunan permanen (beton)
  • Kelas konstruksi 2, takaran bangunan permanen
  • Kelas konstruksi 3, di luar kelas 1 dan 2

Semakin tinggi kelas konstruksi, maka kian besar ongkos premi asuransi yang mesti dibayar. 

Rate

Rate di sini menerangkan besaran premi yang mesti dibayar pemegang polis. Angka premi ini kembali pada tarif yang dibebankan pihak asuransi, pastinya mengacu pada ketetapan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Sebelum berbelanja produk asuransi, kau perlu menentukan sendiri ke biro asuransi, berapa angka premi yang mesti dibayarkan nanti. 

Besaran premi ini sudah dikelola oleh OJK, sehingga kurang lebih sama antara satu perusahaan asuransi dengan yang lain. Bedanya, umumnya cuma pada tarif atas dan tarif bawah saja. 

Biaya-biaya

Selain komponen di atas, ada ongkos lain yang merupakan pelengkap ongkos tata kelola dan ongkos materai. Angkanya tergolong kecil dari keseluruhan premi. 

Simulasi Biaya Asuransi Rumah

Mari kita coba menjumlah ongkos asuransi rumah pada masalah berikut ini:

Bu Made bertujuan berbelanja polis asuransi FLEXAS. Nilai bangunan rumahnya, Rp 200 juta. Sedangkan tarif premi yang ditetapkan merupakan 0,2194 persen. Biaya polisnya, Rp 25 ribu. 

Mana nilai premi yang perlu dibayarkan Bu Made setiap tahun:

Premi = (Uang pertanggungan x Rate) + Biaya

Premi = (200.000.000 x 0,2194) + 25.000

Premi yang mesti dibayarkan = Rp 463.800 per tahun.

Sebagai catatan, perusahaan asuransi akan memikirkan beberapa faktor dalam menjumlah premi properti. Antara lain:

  • Perkembangan nilai properti, umumnya ini berhubungan dengan lokasi dan harga pasar properti.
  • Tingkat risiko kerusukan, misalnya apakah rumah memang berada di wilayah riskan banjir atau tidak.
  • Kualitas konstruksi bangunan, jika kualitasnya rendah maka risiko rusak lebih besar. Ujungnya, preminya lebih mahal.

Tags : , , ,

rizved al

Recent Posts

3 trik aman baca Chat WA Tanpa Diketahui Oleh Pengirimnya

Sampai saat ini, aplikasi WhatsApp masih menjadi raja layanan berkirim pesan secara online. Hal ini tentu saja karena berbagai fitur…

4 minggu ago

Kepala BKPM Bahlil: Gak Ada Tukang Palak di Investasi RI! – TPMNews

Jakarta, tpmnews - RI terus aktif menggaet investor di sektor industri hilir pertambangan, khususnya untuk mengembangkan industri baterai kendaraan listrik…

4 minggu ago

Jreng! Australia Kini Punya Senjata Nuklir, RI Kasih Respons – TPMNews

Jakarta, tpmnews - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI buka suara mengenai pembentukan AUKUS. Ini adalah aliansi pertahanan baru antara Amerika…

4 minggu ago

Siap-siap! KKP Atur Penangkapan Terukur Mulai 1 Januari 2022 – TPMNews

Jakarta, tpmnews - Pemerintah akan mengeluarkan aturan baru mengenai kuota penangkapan ikan. Nantinya ikan yang ditangkap akan diatur jumlahnya hingga…

4 minggu ago

Murah di Inggris, Brompton Ini Tembus Rp 40 Juta di RI – TPMNews

Jakarta, tpmnews - Harga sepeda Brompton saat ini dibanderol mulai dari Rp 30 jutaan. Harga ini turun dari tahun lalu…

4 minggu ago

Strategi BKMS Kelola 5 Kluster Bisnis di KEK Gresik JIIPE – TPMNews

Jakarta, tpmnews- Direktur Utama PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS), Bambang Setiono menyambut positif penetapan Kawasan Integrated Industrial Port Estate…

4 minggu ago